Semarak Literasi Ponpes Terpadu Al-Multazam, Santri Berkarya dan Asah Kemampuan Literasi-Numerasi

SMPIT Al-Multazam menggelar kegiatan literasi yang melibatkan guru dan santri di Lapangan Serbaguna, Sabtu (19/9/2026). Kegiatan dikemas melalui penulisan cerpen, tantangan literasi dan numerasi, serta aktivitas tebak kata yang edukatif dan menyenangkan.

Ponpes Terpadu Al-Multazam, 19 September 2026 — Suasana semarak mewarnai Lapangan Serbaguna SMPIT Al-Multazam. Sejak pukul 07.00 WIB hingga selesai, para guru dan santri mengikuti rangkaian kegiatan literasi yang dikemas secara kreatif, edukatif, dan menyenangkan.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya SMPIT Al-Multazam dalam membangun budaya literasi dan numerasi di lingkungan sekolah. Tidak hanya membaca dan menulis, para santri juga diajak untuk memahami informasi, berpikir kritis, mengolah data, serta menggunakan kemampuan berhitung dalam berbagai persoalan sehari-hari.

Salah satu kegiatan yang diikuti para santri adalah LITNUM Challenge, sebuah program literasi dan numerasi sekolah yang mengusung semangat “Baca Cermat, Pahami Tepat, Hitung Hebat, Berpikir Kuat!”

Dalam kegiatan tersebut, santri mengikuti tantangan berupa 30 soal literasi dan numerasi yang dikerjakan secara berkelompok. Setiap kelas berdiskusi untuk menyelesaikan soal-soal yang diberikan, sehingga selain mengasah kemampuan akademik, kegiatan ini juga melatih kerja sama dan komunikasi antarsantri.

Materi literasi dalam LITNUM Challenge meliputi kemampuan memahami informasi dalam teks, menentukan gagasan utama, menemukan informasi tersurat dan tersirat, menyimpulkan isi bacaan, menilai informasi, serta menghubungkan informasi dengan kehidupan sehari-hari.

Sementara pada bagian numerasi, santri dihadapkan pada soal-soal yang berkaitan dengan operasi hitung sederhana, membaca tabel dan grafik, membandingkan data, persentase, perbandingan, hingga soal cerita dan pemecahan masalah.

Kegiatan berlangsung dengan suasana kompetitif namun tetap kolaboratif. Setelah waktu pengerjaan selesai, setiap kelas mengumpulkan hasil jawaban untuk diperiksa dan dinilai. Dari 13 kelas yang mengikuti kegiatan, dipilih dua kelas terbaik berdasarkan ketepatan jawaban, kelengkapan jawaban, ketepatan waktu, serta kekompakan dan kolaborasi.

Selain LITNUM Challenge, para santri juga mendapatkan ruang untuk mengembangkan kreativitas melalui penulisan cerita pendek (cerpen). Dengan tema “Imajinasi dalam Kata”, santri diajak menuangkan ide, pengalaman, dan imajinasi mereka ke dalam karya tulis.

Kegiatan menulis cerpen menjadi sarana bagi santri untuk mengembangkan kemampuan berbahasa sekaligus belajar menyampaikan gagasan secara runtut dan kreatif. Aktivitas tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan ketertarikan santri terhadap dunia membaca dan menulis.

Setelah rangkaian kegiatan literasi, suasana semakin semarak dengan aktivitas tebak kata. Para peserta diajak menguji wawasan dan daya ingat melalui berbagai petunjuk yang harus dipecahkan. Kegiatan ini memberikan suasana yang lebih santai sekaligus tetap memiliki nilai edukatif.

Tidak hanya santri, para guru SMPIT Al-Multazam juga turut terlibat dalam kegiatan literasi. Kehadiran guru dalam rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun budaya literasi secara bersama-sama di lingkungan sekolah.

Kegiatan literasi dan numerasi ini menunjukkan bahwa pembelajaran dapat dikemas melalui berbagai aktivitas yang melibatkan kreativitas, kemampuan berpikir, kerja sama, dan pemecahan masalah. Dengan pendekatan yang menyenangkan, santri diharapkan semakin terbiasa membaca secara cermat, memahami informasi dengan tepat, serta menggunakan kemampuan numerasi dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui kegiatan tersebut, SMPIT Al-Multazam terus mendorong terwujudnya budaya literasi dan numerasi yang melibatkan seluruh warga sekolah. Semangat tersebut sejalan dengan pesan kegiatan, “Literasi dan Numerasi, Bukan Sekadar Keterampilan, Tapi Bekal untuk Masa Depan.”

Rangkaian kegiatan yang dimulai pukul 07.00 WIB hingga selesai itu pun menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan guru dan santri sekaligus menumbuhkan semangat belajar yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing.