Membangun Ekosistem Belajar Digital, SMPIT Al-Multazam Perkuat Sinergi Orangtua dan Sekolah

SMPIT Al-Multazam Gandeng iBox Gelar Education Connect 2026, Perkuat Peran Orangtua dan Kompetensi Digital Peserta Didik

Al-Multazam — Sekolah menggelar kegiatan Education Connect 2026 for Parents bertajuk “Empowering Parents in the Age of Digital Education” pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Bekerja sama dengan iBox sebagai Apple Premium Education Partner, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya sekolah dalam memperkuat kolaborasi antara lembaga pendidikan dan keluarga untuk menghadapi tantangan pendidikan di era digital.

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan SMPIT Al-Multazam 1 ini melibatkan orangtua santri kelas VII serta peserta didik kelas VII. Sebanyak 66 orangtua mengikuti sesi pelatihan yang dipusatkan di masjid, sedangkan 103 peserta didik mengikuti pelatihan dan praktik pemanfaatan teknologi digital di tiga ruang kelas yang telah disiapkan.

Screenshot

Mengusung semangat pemberdayaan orangtua di era pendidikan digital, kegiatan ini tidak hanya berfokus pada pengenalan perangkat teknologi, tetapi juga mendorong tumbuhnya pemahaman bersama tentang bagaimana teknologi dapat dimanfaatkan secara tepat, produktif, dan bertanggung jawab untuk mendukung proses pendidikan.

Membekali Orangtua Mendampingi Anak di Era Digital

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara peserta didik memperoleh informasi, berkomunikasi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya. Di tengah perubahan tersebut, orangtua memiliki peran penting dalam mendampingi anak agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak.

Melalui sesi khusus yang diikuti 66 orangtua santri kelas VII, kegiatan ini menghadirkan ruang pembelajaran bagi keluarga untuk memahami pentingnya pendampingan dalam penggunaan teknologi untuk pendidikan.

Sesi pelatihan orangtua dilaksanakan di masjid dengan pendampingan satu pemateri. Materi kegiatan diarahkan pada penguatan peran orangtua dalam mendukung pembelajaran digital, membangun komunikasi dengan anak, serta menumbuhkan kebiasaan menggunakan teknologi untuk kegiatan yang bermanfaat.

Pesan utama kegiatan ini adalah bahwa pendidikan digital bukan semata-mata tentang ketersediaan perangkat atau kecanggihan aplikasi. Lebih dari itu, keberhasilannya membutuhkan keterlibatan orangtua, pendampingan yang konsisten, serta kesepahaman antara rumah dan sekolah mengenai tujuan penggunaan teknologi.

Dengan demikian, orangtua diharapkan tidak hanya menjadi pengawas penggunaan perangkat digital, tetapi juga mitra aktif dalam membangun kebiasaan belajar yang sehat, terarah, dan bertanggung jawab.

103 Peserta Didik Belajar Teknologi Melalui Praktik Langsung

Selain melibatkan orangtua, kegiatan ini memberikan perhatian khusus pada pengembangan keterampilan digital peserta didik. Sebanyak 103 santri kelas VII mengikuti pelatihan yang dibagi ke dalam tiga ruang kelas. Setiap ruang didampingi oleh satu pemateri agar proses penyampaian materi dan praktik dapat berlangsung lebih terarah.

Selama kurang lebih 60 menit, peserta didik mengikuti sesi pengenalan dan praktik pemanfaatan aplikasi digital untuk mendukung kegiatan belajar, menyusun gagasan, mengembangkan kreativitas, serta mempresentasikan hasil pekerjaan.

Screenshot

Aplikasi yang disiapkan untuk mendukung kegiatan praktik meliputi Pages, Numbers, Reality Composer, Freeform, Podcast, GarageBand, dan Keynote. Setiap aplikasi memiliki potensi penggunaan yang berbeda dalam mendukung pengalaman belajar.

Pages dapat dimanfaatkan untuk menyusun dokumen dan karya tulis. Numbers mendukung pengolahan data serta penyajian informasi dalam bentuk tabel dan grafik. Freeform menyediakan ruang kolaboratif untuk mengembangkan ide, membuat peta pemikiran, dan menyusun konsep secara visual.

Sementara itu, Keynote dapat digunakan untuk merancang presentasi yang komunikatif. GarageBand dan aplikasi Podcast membuka peluang bagi peserta didik untuk mengenal produksi audio, menyusun narasi, serta mengembangkan konten berbasis suara. Adapun Reality Composer dapat dimanfaatkan untuk mengeksplorasi pembuatan pengalaman berbasis augmented reality sesuai fitur dan perangkat yang mendukung.

Melalui pengenalan aplikasi tersebut, peserta didik diharapkan tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkannya sebagai alat untuk berpikir, berkreasi, berkolaborasi, dan menghasilkan karya.

Pendekatan praktik langsung memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mengenal fungsi teknologi melalui pengalaman belajar. Dengan demikian, pembelajaran digital dapat bergerak melampaui aktivitas mengoperasikan perangkat menuju proses menciptakan sesuatu yang memiliki nilai edukatif.

Simulasi Proyek Menjadi Ruang Unjuk Karya Peserta Didik

Setelah sesi pelatihan dan praktik di masing-masing ruang kelas selesai, seluruh peserta didik berkumpul kembali di masjid. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan simulasi hasil proyek yang dipresentasikan oleh perwakilan peserta didik.

Sesi ini menjadi bagian penting karena memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk menunjukkan hasil eksplorasi, menyampaikan gagasan, dan mengenalkan pemanfaatan teknologi yang telah dipelajari.

Presentasi proyek juga dapat menjadi sarana untuk melatih keberanian berbicara di depan umum, menyusun penjelasan secara sistematis, serta membangun kemampuan mengomunikasikan ide kepada orang lain.

Dalam pembelajaran abad ke-21, keterampilan digital perlu berjalan beriringan dengan kemampuan berpikir kritis, kreativitas, komunikasi, dan kolaborasi. Oleh karena itu, simulasi proyek menjadi salah satu bentuk pengalaman belajar yang mendorong peserta didik menghubungkan pengetahuan teknologi dengan keterampilan yang dibutuhkan dalam kehidupan nyata.

Melalui kegiatan tersebut, teknologi tidak berhenti sebagai materi pengenalan, tetapi menjadi sarana bagi peserta didik untuk mencoba, menghasilkan, dan mempresentasikan karya.

Kolaborasi Sekolah dan Keluarga sebagai Fondasi Pendidikan Digital

Penyelenggaraan Education Connect 2026 for Parents menegaskan bahwa transformasi digital dalam pendidikan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak. Sekolah memiliki tanggung jawab untuk merancang pengalaman belajar yang bermakna, sedangkan orangtua berperan mendukung pembentukan kebiasaan dan karakter anak dalam kehidupan sehari-hari.

Kolaborasi dengan iBox sebagai Apple Premium Education Partner membuka ruang bagi sekolah dan keluarga untuk memperluas pemahaman tentang pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran.

Namun, pemanfaatan teknologi pendidikan tetap memerlukan tujuan yang jelas. Perangkat digital dan aplikasi bukanlah tujuan akhir, melainkan sarana untuk membantu peserta didik belajar lebih aktif, mengembangkan potensi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat.

Karena itu, pendampingan, etika digital, tanggung jawab, dan keseimbangan penggunaan perangkat perlu menjadi perhatian bersama. Teknologi akan memberikan manfaat yang lebih optimal ketika penggunaannya selaras dengan nilai-nilai pendidikan dan kebutuhan perkembangan peserta didik.

Bagi SMPIT Al-Multazam, penguatan literasi digital juga menjadi peluang untuk menanamkan pemahaman bahwa kecakapan teknologi harus berjalan bersama pembentukan akhlak, kedisiplinan, dan tanggung jawab.

Menyiapkan Generasi yang Cakap Digital dan Berkarakter

Kegiatan yang melibatkan 66 orangtua dan 103 peserta didik kelas VII ini menjadi langkah untuk membangun pemahaman bersama mengenai pendidikan digital. Orangtua memperoleh ruang untuk memperkuat peran pendampingan, sementara peserta didik mendapatkan pengalaman mengeksplorasi aplikasi dan mempresentasikan hasil proyek.

Lebih jauh, kegiatan ini mengingatkan bahwa keberhasilan pendidikan di era digital tidak cukup diukur dari kemampuan mengoperasikan perangkat. Peserta didik juga perlu dibekali kemampuan memilih informasi, mengembangkan gagasan, bekerja sama, berkomunikasi, serta menggunakan teknologi secara etis dan bertanggung jawab.

Pada akhirnya, pendidikan digital yang bermakna adalah pendidikan yang mampu menghubungkan kecanggihan teknologi dengan kualitas manusia. Perangkat boleh terus berkembang, aplikasi dapat terus berganti, tetapi tujuan pendidikan tetap berorientasi pada pengembangan pengetahuan, keterampilan, karakter, dan kemaslahatan.

Melalui kolaborasi antara sekolah, orangtua, dan mitra pendidikan, SMPIT Al-Multazam berupaya memperkuat fondasi tersebut agar teknologi benar-benar menjadi bagian dari proses pembelajaran yang produktif dan bermakna.

Sebab, mendidik generasi digital bukan hanya tentang mengajarkan cara menggunakan teknologi, melainkan tentang membimbing mereka agar mampu menggunakan teknologi untuk belajar, berkarya, dan memberikan manfaat bagi sesama.