FIELDTRIP: Jelajah Sejarah, Eksplorasi Budaya, hingga Penguatan Jiwa Entrepreneur

KUNINGAN, 6 Oktober 2026 — Selasa, 6 Oktober 2026, menjadi momentum pembelajaran yang berbeda bagi para santri kelas 7, 8, dan 9. Melalui rangkaian fieldtrip dan kegiatan pengembangan diri, para santri tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung melalui eksplorasi sejarah, budaya, ilmu pengetahuan, hingga penguatan pola pikir kewirausahaan.

Kegiatan ini dirancang sebagai bagian dari pembelajaran kontekstual yang memberikan kesempatan kepada santri untuk melihat, mengalami, dan memahami secara langsung berbagai hal yang selama ini dipelajari secara teori.

Kelas 7: Menjelajah Sejarah dan Mengenal Warisan Budaya

Santri kelas 7 mengikuti kegiatan “Jelajah Museum dan Cagar Budaya Nasional: Belajar Sejarah, Mengenal Budaya, dan Menjaga Warisan Negeri” dengan mengunjungi Gedung Perundingan Linggarjati.

Melalui kunjungan tersebut, para santri diajak mengenal lebih dekat salah satu tempat bersejarah yang memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Gedung Perundingan Linggarjati menjadi ruang pembelajaran bagi santri untuk memahami berbagai peristiwa sejarah sekaligus menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga peninggalan dan warisan budaya bangsa.

Kegiatan ini diharapkan tidak berhenti pada pemahaman mengenai sejarah masa lalu, tetapi juga menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas bangsa serta kepedulian untuk menjaga warisan sejarah agar tetap dikenal oleh generasi mendatang.

Kelas 8: Eksplorasi Ilmu Pengetahuan, Sejarah, dan Kota Bandung

Berbeda dengan kelas 7, santri kelas 8 melakukan perjalanan edukatif dengan mengeksplorasi sejumlah destinasi di Kota Bandung.

Rangkaian kegiatan meliputi kunjungan ke Museum Geologi, Museum ITB, Gedung Sate, serta beberapa lokasi lainnya seperti Kunafe Pasteur, Masjid Raya Bandung, dan kawasan Braga.

Di Museum Geologi, santri mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh berbagai koleksi dan informasi mengenai geologi serta kekayaan alam Indonesia. Sementara itu, kunjungan ke Museum ITB menjadi sarana untuk memperluas wawasan mengenai perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Perjalanan kemudian dilanjutkan dengan mengenal Gedung Sate sebagai salah satu ikon Kota Bandung yang memiliki nilai sejarah dan arsitektur. Santri juga mengunjungi kawasan Braga dan Masjid Raya Bandung, sehingga pengalaman fieldtrip tidak hanya memperkaya wawasan akademik, tetapi juga memperkenalkan sisi sejarah, budaya, arsitektur, dan kehidupan masyarakat di Kota Bandung.

Rangkaian perjalanan tersebut menjadi kesempatan bagi santri untuk belajar bahwa ilmu pengetahuan dapat ditemukan di berbagai tempat dan melalui berbagai pengalaman.

Kelas 9: Dauroh Tarqiyah Entrepreneur, Level Up Your Mindset, Build Your Future

Sementara itu, santri kelas 9 mengikuti kegiatan Dauroh Tarqiyah Entrepreneur dengan tema “Level Up Your Mindset, Build Your Future.”

Kegiatan ini menghadirkan Aldi Alfian Chaidir, S.Sos. sebagai pemateri. Para santri mendapatkan pembekalan mengenai pentingnya membangun pola pikir positif, memiliki keberanian untuk berkembang, serta mempersiapkan diri menghadapi masa depan.

Dauroh entrepreneur ini menjadi ruang bagi santri untuk mulai mengenal dunia kewirausahaan sekaligus memahami bahwa membangun masa depan membutuhkan mindset yang kuat, keberanian untuk mencoba, kreativitas, kemampuan melihat peluang, serta kemauan untuk terus belajar.

Tema “Level Up Your Mindset, Build Your Future” menjadi pesan utama agar para santri tidak hanya mempersiapkan diri secara akademik, tetapi juga memiliki pola pikir yang berkembang dan kemampuan untuk menciptakan peluang di masa depan.

Belajar Tidak Hanya di Dalam Kelas

Rangkaian kegiatan kelas 7, 8, dan 9 menunjukkan bahwa pembelajaran dapat berlangsung dalam berbagai bentuk dan tempat. Melalui fieldtrip dan dauroh, santri mendapatkan pengalaman yang menghubungkan antara pengetahuan, pengalaman, karakter, budaya, dan keterampilan masa depan.

Kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menghadirkan pembelajaran yang lebih bermakna, sehingga santri tidak sekadar mengetahui sebuah informasi, tetapi dapat melihat secara langsung, merasakan pengalaman, berdiskusi, dan mengambil nilai dari setiap kegiatan.

Dengan semangat belajar dari sejarah, mengenal budaya, mengeksplorasi ilmu pengetahuan, serta membangun mindset untuk masa depan, kegiatan fieldtrip dan Dauroh Tarqiyah Entrepreneur diharapkan dapat memberikan pengalaman berharga bagi santri sekaligus menjadi bekal dalam perjalanan pendidikan mereka.