Dari Ruang Kelas Menuju Panggung Nasional

Menjadi seorang pengajar di sebuah pondok pesantren merupakan pengalaman baru yang tidak pernah terlintas dalam benak saya. Tapi inilah takdir terbaik dalam hidup saya yang sudah Allah gariskan.

Pertama kali memasuki gerbang sekolah, di tahun ajaran 2008/2009 disitulah pengalaman karirku dimulai menjadi seorang guru.

Tantangan sebagai pendidik dipesantren yang tidak punya basic pendidikan kepesantrenan adalah ketika saya harus mengajar dan juga dituntut untuk menjadi teladan sebagai seorang ustadzah.

Alhamdulillah, satu fase perubahan bisa saya nikmati dan jalani tanpa beban.

Dimulai dari mengajar SMA, hingga berpindah tugas sebagai pengajar SMP ditahun 2009 sampai saat ini. Saya mengajar mata pelajaran IPS di SMP yang untuk sebagian murid ini adalah pelajaran yang membosankan, karena harus menghafal.

Pelan-pelan saya masuki dunia mereka melalui cerita, berita terkini yang disangkutkan dengan materi yang selalu saya sisipkan disetiap kegiatan belajar.

Yap, berhasil… mereka tertarik, sampai akhirnya santriku celetuk, “seru belajar IPS”.

Tahun-tahun selanjutnya saya menjadi pengajar study club, menjadi pengajar Olimpiade IPS. Belajar tambahan diluar pelajaran dikelas untuk target lomba.

Ketika kegiatan belajar saya melihat potensi santri yang luar biasa di kelas 7. Dia sosok yang pendiam tapi selalu mendapatkan nilai yang bagus. Sofia Amelia Suryani.

Saya memintanya untuk mengikuti SC IPS, awalnya enggan karena dia lebih suka pelajaran sains (matematika dan IPA). Tapi suatu hari, dia menghadap saya dan bicara dengan tegas, “siap untuk masuk SC IPS”.

Sofi, ternyata sosok yang luar biasa. Setelah semakin intens melakukan bimbingan dikelas 7 dan 8 potensinya semakin terlihat, ambisinya yang luar biasa menjadikan dia sosok yang tangguh dan tidak pernah berhenti untuk belajar. Ditambah lagi nilai plusnya yaitu, kesholehannya.. kepribadiannya yang baik dan puasa sunnahnya yang tidak ia tinggalkan.

Sofi terus menunjukkan kemampuannya hampir diseluruh mata pelajaran, tapi dia tidak goyah untuk tetap mengutamakan IPS.

Dan awal perjuangannya dimulai ketika mengikuti lomba OSN tingkat kabupaten dikelas 9, dengan hasilnya lolos provinsi. Dari provinsi ia mampu melenggang hingga nasional, dan puncak prestasinya ketika ia mampu menyabel Medali Perunggu OSN Nasional tahun 2019.

Masya Allah pencapaian luar biasa. Buah dari perjuangan yang tidak mudah dan tentunya ini tidak lepas dari kemudahan dan ridho yang Allah berikan kepadanya atas kesholehannya.

Hikmah dari kisah tersebut adalah berusahalah menjadi baik dan berikan yang terbaik dimanapun kita berada. Siapapun memiliki potensi terbaik dalam diri, teruslah gali potensi anak didik kita karena bisa jadi ada kebanggaan yang belum nampak dari diri seseorang. Jangan pernah berhenti untuk mencoba hal-hal baru selagi itu bernilai positif. Dan jangan pernah lupa dengan yang Maha Memiliki, karena jalan kebaikan dan kesuksesan akan terbuka ketika kita selalu dekat dengan-Nya.

Oleh: Rini Agustini, S.Pd