Mendidik Dengan Hati Dan Cinta
Hampir 20 tahun menjadi guru di SMPIT almultazam. Ada banyak hal yang saya dapatkan ketika menjalankan amanah sebagai guru, dalam nal pengajaran kita tidak dihanya menyampaikan materi saja tapi lebih daripada itu, kita juga dituntut untuk bisa mengawal akhlaq dan kepribadian anak-anak kita.

Mengajar di pondok pesantren (boarding) tentu sangat berbeda dengan mengajar di sekolah negeri, anak-anak pesantren berasal dari berbagai macam wilayah dan tentunya memiliki karakter yang berbeda-beda sesuai asal wilayahnya dan juga latarbelakang anak-anak tersebut, ditambah mereka jauh dari orangtua nya otomatis secara pembinaan, prngasuhan sepenuhnya di serahkan kepada pondok atau guru-guru yang ada di dalamnya.
Suatu ketika ada salah seorang anak ikhwan (laki-laki) yang secara karakternya kurang baik, dia selalu berbuat masalah dan melanggar aturan sekolah (pondok). Hal tersebut diakui oleh guru-guru yang lainnya bahkan sudah tersebar terkait info anak tersebut, berawal dari kepedulian dan keinginan untuk merubah karakter anak tersebut maka saya beranikan untuk bisa ngobrol berdua dengan anak tersebut, saya panggil anak itu ke kantor dan kita ngobrol berdua.
Sebelum ngobrol saya pegang bahu nya dan mencoba merangkul nya, seketika itu anak-nya langsung menangis tanpa berkata apa-apa dari situ saya pun kaget ketika mendapati anak ini menangis, saya pun berusaha untuk menenangkannya dan mulai membuka obrolan dengannya, setelah ngobrol intinya selama ini dia merasa terasingkan, teman-teman guru men-judge dia dengan ketidakbaikan nya padahal tidak tau apa yg ia rasakan selama ini, bahkan organtuanya tidak pernah mengetahui hal tersebut.
Akhirnya setelah ngobrol dan adanya keterbukaan dia sedikit demi sedikit mulai merubah sikap nya, bahkan setelah itu apapun yang ia rasakan dia komunikasikan kepada saya dan selalu meminta pendapat dan arahan sehingga dia bertumbuh dan menjadi lebih baik.
Tugas guru itu bukan hanya mengajar di kelas saja tapi guru bertanggung jawab dalam hal pembinaannya. Pahami anak didik kita, jangan menilai kalau kita tidak tahu apa yang dirasakan oleh anak didik kita dan bangun komunikasi yang intens. Raih hati nya maka ia akan memberikan apa yang kita harapkan.
Oleh: Sulaeman, S.H.I

